UJI PERMEABILITAS BETON K.275 MIX DESIGN SPLIT DAN KORAL MENGGUNAKAN ALAT UJI PERMEABILITAS BETON PORTABLE DENGAN PENETRASI AIR BERTEKANAN

Main Article Content

Srikirana Meidiani Kevin Danugroho

Abstract

Beton merupakan konstruksi yang paling disukai dan paling banyak digunakan pada bangunan-bangunan sipil dari pada kontruksi yang lain,seperti baja misalnya. Hal ini dikarenakan beton mempunyai banyak kelebihan antara lain harganya murah dan mudah dikerjakan. Namun disamping itu beton juga mempunyai kelemahan yaitu poros. Beton sulit untuk dapat kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki oleh air (permeabilitas). Sehingga dalam penelitian ini kami mencoba untuk melakukan pengujian permeabilitas pada beton yang menggunakan mix design agregat kasar berupa batu pecah dan koral, karena berdasarkan hasil penelitian terdahulu menunjukan bahwa beton yang menggunakan mix design agregat batu pecah (permukaan kasar) dan koral (permukaan halus) menunjukan hasil kuat tekan yang lebih baik (Labib,2016). Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah dengan meningkatnya kuat tekan beton mix design juga akan berdampak rendahnya koefisien permeabilitas. Metode Pengujian Permeabilitas beton dilakukan dengan menggunakan alat Uji Permeabilitas Beton Dengan Penetrasi Air Bertekanan Tinggi yang merupakan alat uji permeabilitas beton yang dibuat oleh Srikirana Meidiani dalam thesisnya.Penelitian yang dilakukan disini menggunakan mix design yang berbeda dengan kombinasi yang sama yaitu mix design split dan mix design koral dengan kombinasi 75% + 25% dan 65% + 35% pada beton K.275. Hasil dari penelitian ini menunjukkan permeabilitas mix design split dengan kombinasi 75% split + 25% koral dan 65% split + 35% koral masing-masing mengasilkan nilai koefisien permeabilitas 4,53355E-11 m/detik dan 8,88569E-11 m/detik dan pada mix design koral dengan kombinasi 75% koral + 25% split dan 65% koral + 35% split menghasilkan masing-masing nilai koefisien permeabilitas 2,67299E-11 m/detik dan 2,34208E-11 m/detik.Kuat tekan pada mix design koral dengan kombinasi agregat 65% koral + 35% split menghasilkan kuat tekan yang paling tinggi yaitu 324,44 kg/cm2 mengalami peningkatan sebesar 5,29% dari kuat tekan beton normal. Sedangkan pada mix design koral dengan kombinasi 65% koral + 35% split menghasilkan koefisien permeabilitas paling rendah yaitu 2,34208E-11 m/detik terjadi penurunan sebesar 12,40% dari koefisien permeabilitas beton normal.


Kata kuncimix design, agregat, kombinasi, beton normal, kuat tekan dan  permeabilitas.

Article Details

How to Cite
MEIDIANI, Srikirana; DANUGROHO, Kevin. UJI PERMEABILITAS BETON K.275 MIX DESIGN SPLIT DAN KORAL MENGGUNAKAN ALAT UJI PERMEABILITAS BETON PORTABLE DENGAN PENETRASI AIR BERTEKANAN. TEKNIKA: Jurnal Teknik, [S.l.], v. 6, n. 2, p. 193-208, jan. 2020. ISSN 2686-5416. Available at: <http://www.teknika-ftiba.info/teknika/index.php/1234/article/view/118>. Date accessed: 04 june 2020. doi: http://dx.doi.org/10.35449/teknika.v6i2.118.
Section
Articles